Kuba Akan Menganut Sistem Kapitalisme?
Para pemimpin dan delegasi Partai Komunis Kuba telah berkongres dan membahas perubahan besar ini. Presiden Kuba, Raul Castro, juga dikabarkan bersepakat untuk membuat sistem politik menjadi lebih demokratis. Raul adalah adik Fidel.
Televisi milik pemerintah Kuba mengumumkan, pemerintah telah menyetujui 300 proposal ekonomi, meski isi proposal tak disebutkan dengan jelas. BBC menyebut proposal ekonomi itu sebagai "hal yang belum pernah terjadi sebelumnya di bawah sistem komunis".
Fidel Castro sendiri sudah mengumumkan pengunduran dirinya pada Maret lalu. Ia menyerahkan kursi presiden kepada sang adik, Raul Castro. Saat membuka kongres pekan ini, Raul sudah bersepakat perlunya generasi pemimpin baru untuk mempercepat pembangunan ekonomi di Kuba. "Generasi baru diperlukan untuk memperbaiki dan mengubah keadaan tanpa sikap ragu untuk semua yang perlu diperbaiki dan diubah," kata Raul.
Satu hal yang mengejutkan adalah Raul mengusulkan jabatan presiden harus dibatasi maksimal dua kali masa bakti. Pernyataan ini terasa sangat tabu bagi Kuba yang telah dipimpin oleh Fidel Castro. Raul menyebut pentingnya "systematic rejuvenation" untuk menyukseskan jalannya pemerintahan.
Yang kini menjadi pertanyaan publik adalah siapa orang yang akan menduduki posisi kedua di bawah Raul? Lazaro Exposito, Ketua Partai Komunis Santiago de Cuba yang baru berusia 40-an tahun, dikabarkan menjadi kandidat kuat. Kandidat lainnya adalah Marino Murillo, mantan Menteri Ekonomi, yang mengemban tugas berat mereformasi ekonomi Kuba yang belakangan ini merosot ( sumber : www.kabarbisnis.com)